
Industrial Engagement Prodi MAZAWA Perkuat Sinergi Internship dengan BAZNAS dan LAZ se-Solo Raya
Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (MAZAWA) menggelar kegiatan Industrial Engagement pada Selasa, 12 Mei 2026, sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pengelola zakat serta filantropi Islam di wilayah Solo Raya. Kegiatan ini menjadi forum penting dalam membahas pengembangan program internship mahasiswa yang direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun depan.
Melalui program tersebut, mahasiswa Prodi MAZAWA akan mendapatkan kesempatan menjalani magang selama enam bulan pada berbagai lembaga mitra, baik Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman praktik langsung di dunia kerja, khususnya dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Kegiatan Industrial Engagement dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan perwakilan lembaga mitra, di antaranya BAZNAS Sukoharjo, BAZNAS Surakarta, BAZNAS Karanganyar, BAZNAS Boyolali, LAZISMU Sukoharjo, LAZISMU Boyolali, LZIS Assalaam, DT Peduli Solo, serta LAZ Nurul Hayat.
Dalam agenda kegiatan, masing-masing lembaga memaparkan kebutuhan dan skema internship yang dapat diimplementasikan bersama Prodi MAZAWA. Diskusi berlangsung aktif dengan membahas model pendampingan mahasiswa, ruang lingkup pekerjaan selama magang, hingga kompetensi yang diharapkan dapat dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan program internship.
Sebagai bentuk komitmen kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Prodi MAZAWA dan seluruh lembaga mitra yang hadir. Lembaga yang melakukan penandatanganan diantaranya Baznas Surakarta (Moh. Qoyim, S.Sos, M.Si.), Baznas Sukoharjo (Drs. H. Sardiyono), Baznas Boyolali (Drs. Jamal Yazid, M.Si.), Baznas Karanganyar (Dr. KH. Kafindi, M.Ag.), Lazismu Sukoharjo (Muslih Nur), Lazismu Boyolali (Muhammad Arifin Noor), LZIS Assalaam (Muhamad Toha, S.H., S.H.I.), dan LAZ DT Peduli (Dendi Prasojo). Namun demikian, penandatanganan MoA dengan LAZ Nurul Hayat (Anton Wiwoho) masih menunggu proses review internal dari pihak lembaga.
Melalui kegiatan ini, Prodi MAZAWA berharap sinergi antara dunia akademik dan lembaga filantropi Islam dapat semakin kuat, sehingga mampu menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman profesional yang relevan dengan kebutuhan industri zakat dan wakaf di Indonesia.
Prodi Mazawa Perkuat Kurikulum OBE melalui Rapat Penyempurnaan Bersama Dosen
1 pekan yang lalu - Umum