
Tulungagung – Asosiasi Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (ASPMZW) sukses menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) IV pada Selasa, 8 September 2026, bertempat di Kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung atau UIN SATU Tulungagung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Prodi Mazawa UIN Raden Mas Said Surakarta, Usnan, M.E.I.
Munas IV ASPMZW menjadi forum strategis bagi program studi Manajemen Zakat dan Wakaf dari berbagai perguruan tinggi untuk melakukan evaluasi organisasi, membahas arah pengembangan program studi, serta merumuskan rekomendasi strategis bagi pengembangan bidang akademik dan kurikulum Manajemen Zakat dan Wakaf di Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, Munas IV ASPMZW membahas sejumlah agenda penting. Agenda pertama adalah penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, sekaligus pembahasan berbagai rekomendasi program kerja yang akan menjadi arah pengembangan organisasi pada periode mendatang.
Selain itu, peserta Munas juga membahas rekomendasi di bidang akademik dan kurikulum di bawah naungan Asosiasi Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf. Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kualitas dan relevansi pendidikan Manajemen Zakat dan Wakaf agar mampu merespons perkembangan kebutuhan masyarakat, dunia kerja, serta dinamika pengelolaan zakat dan wakaf yang terus berkembang.
Munas IV juga menjadi momentum untuk melakukan regenerasi kepemimpinan organisasi melalui agenda pemilihan ketua baru ASPMZW. Proses pemilihan dilaksanakan melalui musyawarah peserta Munas sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun organisasi yang kolaboratif dan berorientasi pada pengembangan Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf.
Melalui hasil musyawarah, peserta Munas IV ASPMZW sepakat memilih Dr. Ahmad Supriadi, selaku Ketua Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, sebagai Ketua Asosiasi Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf (ASPMZW). Pada kesempatan yang sama, Dr. Ahmad Supriadi juga dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Konsorsium Manajemen Zakat dan Wakaf.
Terpilihnya kepemimpinan baru diharapkan dapat membawa semangat dan energi baru dalam memperkuat sinergi antarprogram studi Manajemen Zakat dan Wakaf di Indonesia. ASPMZW memiliki peran penting sebagai ruang kolaborasi bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan kualitas pendidikan, memperkuat jejaring akademik, serta mendorong inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan di bidang zakat dan wakaf.
Bagi Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf, forum Munas juga menjadi ruang penting untuk memperkuat kolaborasi dan pertukaran gagasan antarpengelola program studi. Melalui sinergi yang kuat, pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi lulusan, penguatan penelitian, serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dapat terus dikembangkan secara bersama-sama.
Pelaksanaan Munas IV ASPMZW di UIN SATU Tulungagung sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun masa depan pendidikan Manajemen Zakat dan Wakaf yang semakin adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Dengan terbentuknya kepemimpinan baru dan berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam Munas IV, ASPMZW diharapkan dapat terus menjadi wadah strategis bagi pengembangan Program Studi Manajemen Zakat dan Wakaf serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di bidang pengelolaan zakat, wakaf, dan keuangan sosial Islam.

Mahasiswa Mazawa UIN Surakarta Ikuti International Conference SATU ICON 2026 di Tulungagung
2 pekan yang lalu - UmumMalam Kebudayaan ILMXCHANGE Pererat Silaturahmi Indonesia–Malaysia di Kampung Boyan Malaysia
1 bulan yang lalu - Umum